Pascasarjana di Jepang


Di pasca sarjana ada Lembaga Penelitian sesuai dengan jurusannya. Lembaga ini bisa dibagi beberapa jurusan, tetapi ada juga universitas yang hanya mengadakan program pasca sarjana S2 saja, tetapi ada juga yang bersama-sama mengadakan program pasca sarjana S2 dan S3.

Masa belajar S2 adalah 2 tahun dan untuk S3 adalah 5 tahun. Diantara 576 universitas yang ada di Jepang, 313 universitas sudah mempunyai program pasca sarjana, tetapi para siswa lebih banyak yang mengikuti program pasca sarjana ini di universitas swasta. Semakin banyak siswa asing melanjutkan kuliah di pasca sarjana, untuk lebih baiknya melewati Sistem Para Penelitian.



Sistem ini bisa disebut kurikulum persiapan untuk melanjutkan S2 dan S3. Kebanyakan universitas negeri meminta harus menyelesaikan sistem ini.

Dalam Sistem ini para siswa akan mendapatkan bimbingan oleh dosen mengenai jurusannya sendiri yang akan di ikuti pada kuliah pasca sarjana di S2 setelah itu menyiapkan perkuliahan ke S3. Sistem ini biasanya dibuka pada bulan April dan bulan Oktober. Waktu penelitian adalah minimal 6 bulan sampai 1 tahun. Sistem ini adalah jalan yang paling cepat untuk melanjutkan kuliah ke S2.

  • Mengumpulkan informasi universitas yang ingin di ikuti.
  • Menerima persetujuan dari dosen pembimbing.
  • Mendaftar – Membuat laporan tentang rencana studi.
  • Mata pelajaran: Bahasa asing, ujian tertulis dan interview tentang jurusan sendiri.
  • Beberapa universitas memilih para siswa dengan mengadakan ujian tertulis untuk orang yang menerima rekomendasi atau pegawai, tetapi ada juga yang hanya mengadakan interview, ujian lisan, dan pemeriksaan dokumen saja.
  • Bagi para siswa asing diperlukan kemampuan berbicara bahasa Jepang, bahasa asing dan mata pelajaran jurusan sendiri.
  • S2 : Belajar selama 2 tahun
  • S3 : Semester pertama – 2 tahun / semester kedua – 3 tahun (selama 5 tahun).

Untuk kedokteran gigi – 4 tahun. Dalam 4 tahun siswa bisa mendapatkan ijazah kedokteran.